SEKILAS TENTANG EIJI YOSHIKAWA

sumber gambar wikipedia
Seorang penulis biasanya punya sosok atau tokoh penulis sukses yang dijadikan idola. Penulis yang menjadi idola itu tentunya sudah punya karya-karya yang hebat dan luar biasa. Dan pastinya karya tersebut tidak hanya eksis atau terkenal di daerahnya sendiri, negaranya sendiri namun, juga terkenal hingga manca negara alias luar negeri.

Nah, kali ini admin akan mengangkat seorang penulis Novel yang sangat terkenal tidak hanya di negaranya tetapi juga sampai manca negara. Admin sendiri juga sangat mengidolakan tokoh yang satu ini. Kenapa? Karena karyanya luar biasa dan sangar keren deh pokoknya. Kali ini admin akan mengangkat seorang novelis dari Jepang yaitu Eiji Yoshikawa.

Novelis asalah Jepang ini lahir pada tanggal 11 agustus tahun 1892. Karya – karyanya yang terkenal kebanyakan berlatarkan sejarah Jepang di masa lampau. Beberapa karyanya yang terkenal dianataranya adalah novel Taiko, Mushashi dan banyak lagi novel lain yang tak kalah top dari kedua novel tersebut.

Perjalanan seorang Eiji Yoshikawa menjadi seorang novelis top bukanlah tanpa hambatan. Setelah bisnis ayahnya gagal atau bangkrut, ia terpaksa harus keluar dari sekolah dasar untuk bekerja saat usianya masih 11 tahun. Ketika dia berusia 18 tahun, ia kecelakaan di tempat kerjanya, di sebuah dermaga di Yokohama. Kecelakaan itu hampir merenggut nyawanya. Setelah kejadian itu, ia memilih pindah ke Tokyo dan magang di bengkel pernih emas. Mulai saat itu, ia tertarik pada komik haiku. Kemudian dia bergabung dengan masyarakat puisi dan mulai menulis komik haiku dengan nama samara “Kijiro”.

Pada tahun 1914, karyanya yang berjudul The Tale of Enoshima, memenangkan sebuah lomba novel yang disponsori oleh penerbit kodansha, dan mendapatkan hadiah. Setelah memenangi lomba tersebut, Eiji Yoshikawa bergabung dengan sebuah surat kabar Maiyu Shibun pada tahun 1921. Dan pada tahun berikutnya ia menerbitkan cerita serial yang berjudul Lie of Shinran. Dua tahun setelah itu ia mengalami bencana besar, yaitu terjadi gemba bumiKanto Besar.

Peristiwa tersebut rupanya memperkuat tekadnya untuk berkarir sebagai penulis. Pada tahun – tahun berikutnya ia, mulai menerbitkan cerita di berbagai majalah yang diterbitkan oleh Kodansha, yang mengenalinya sebagai penulis utama mereka. Pada tahun 1930-an, tulisanya menjadi introspektif, mencerminkan masalah yang ia hampadi dalam kehidupan pribadinya. Tetapi pada tahun 1935, ia mulai menulis serial Mushshi, tentang pendekar pedang yang terkenal Miyamoyo Mushashi, di Asahi Shimbun. Serial tersebut sangat popular dan kuat masuk ke dalam genre fiksi petualangan sejarah.

Setelah pecahnya perang antara Jepang dan Cina pada tahun 1973, Asahi Shimbun mengirimnya ke lapangan sebagai koresponden khusus. Selama perang, ia terus menulis novel dan dalam periode ini, tulisanya banyak dipengaruhi oleh budaya Cina. Karyanya di periode ini salah satunya adala Taiko, yang merupakan novel sangat popular di Jepang.

Nah, itu tadi sekilah tentang novelis top Jepang Eiji Yoshikawa yang karyanya bisa mendunia meskipun di masa kecilnya beliau hidup dalam masa yang sulit. Namun, hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus berusaha sampai akhirnya ia menemukan dunia yang dia cari. Yaitu menjadi seorang penulis novel.

Pelajaran yang bisa kita petik dari cerita ini adalah, jika kita ingin menjadi penulis, dalam kondisi dan situasi seperti apapun taka da alasan untuk tidak menulis. Jadi, buat kalian para calon penulis novel, jangan patah semangat sampai apa yang kalian ingin wujudkan benar – benar terwujud.

3 Responses to "SEKILAS TENTANG EIJI YOSHIKAWA "

  1. Siaapp. Saya tak dadi penulis blog duluu kalo gitu hahaha

    ReplyDelete
  2. Yup. dimulai dari menulis yang pendek, lama-lama bisa menulis yang panjang bung. Semangat terus

    ReplyDelete
  3. Kisahnya bagus... iklan di artikelnya juga bagus. Jadi pingin hahaa

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel