LATIH KECEPATAN MENULIS DENGAN STRATEGI 3 KATA !


Jangan kaget membaca tulisan ini, karena setelah membaca dan kalian memprakterkanya, dalam waktu yang cukup singkat, kalian akan sanggup menulis lima sampai sepuluh paragraf. Tidak percaya? yuk kita coba bareng-bareng. Ini adalah contoh tulisan saya yang menggunakan strategi tika kata dari AS Lakasana yang cukup ampuh. 


Bab 6
Mobil, sapi, pintu

Mobil itu meraung-raung seolah memanggil orang-orang yang hendak menaikinya. Dikandang sapi terdengar suara ribut yang memaksa sopir mobil untuk tetap menunggu sampai sapi dibawa keluar dan dinaikan ke mobil pic up itu. ibu, anak dan bapak saling berebut tali yang masih mengikat erat dipatokan kandang sapi. anak laki-laki itu menarik-narik jaket bapaknya. Meminta agar tidak membawa sapinya pergi. Namun, si bapak dengan garang dan mata yang sudah memerah mengibaskan tangan yang membuat sia anak terlempar beberapa meter dari depan kandang.

Ibunya seorang wanita perkasa, sambil mengumpat mengeluarkan kata-kata makian terhadap suaminya, dengan perkasa menjaga pintu kadang dengan memegang sebuah bambu yang biasa digunakan untuk memikul rumput anak laki-lakinya. Ia mengunci rapat pintu kandang agar laki-laki yang masih suaminya itu tidak bisa keluar dari kandang membawa sapi yang sudah lama ia pelihara dengan anak laki-lakinya.

Sapi yang tak tahu apa-apa itu giras mendengar pertengkaran dan melihat tiga orang dikandang yang sepertinya memperebutkan dia. Sapi itu melenguh dan menjejak-jekakan kaki ke lantai kandang. Seolah-olah ia protes agar mereka tidak berisik dan menggangunya. Ia terus melenguh seolah memanggil-manggil orang untuk melerai pertengkaran itu.

Ibunya yang masih berdiri dengan perkasa di pintu tidak menduga akan tersungkur seketika saat ada orang yang mendobrak pintu kandang dari luar. Dua orang laki-laki langsung menyeret dengan paksa mengeluarkan wanita itu dari kandang. Anaknya menyambar secepat kilat salah satu laki-laki itu dan menggigit tanganya hingga ia melepaskan ibunya yang tersungkur dihalaman kandang. Laki-laki itu membiarkan ibu dan anak itu mengangis sesenggukan

Pintu yang didobrak itu pun toboh dan dengan leluasa si bapak dan dua laki-laki itu mengelandang paksa sapi keluar kandang dan menaikanya ke dalam mobil pic up yang sudah lama menunggu. Pintu mobil dikunci rapat dan sapi itu ditali erat dibak mobil, hingga ia tak bisa berontak atau perotes apa-apa. ia hanya bisa melenguh dan melihat ia mulai menjauh dari kandang yang baru saja ia tempati.



Bab 7
Yadi, Ibu, Kampung

Melihat mobil pic up itu melaju meninggalan depan rumahnya, Yadi hanya bisa menanggis sesenggukan. Ia melihat mata sapinya yang sembab diatas mobil. Mungkin si sapi juga berat berpisah dengan Yadi. Namun apa daya, ia tak mampu berbuat apa-apa. Ibunya segera mendekap Yadi dan juga hanya bisa memandangi sapinya yang tlah dibawa pergi. Bu Lik nya, Peronda dan beberapa orang kampung terus menyemangati ibu dan anak yang sedang dirundung masalah itu.

Orang-orang kampung disitu memiliki rasa kebersamaan dan gotong royong yang cukup kuat. Beberapa lelaki segera bergegas mengambil peralatan untuk memperbaiki pintu kandang yang sudah rusak dan memasangnya kembali. Raut wajah mereka terlihat iba menyaksikan kandang yang sekarang kosong itu.

Beberapa wanita kampung segera mengajak Yadi dan ibunya untuk measuk ke rumah dan terus memberi semangat agar tidak bersedih hati. Ada yang mengatakan rejeki tak akan datang lagi. iklaskan yang sudah dibawa pergi. Begitu kata mereka.

Ibu Yadi, duduk di amben kayu yang terletak di dapur dan dikelilingi oleh beberapa wanita. Bu Lik Yadi, memegangi bahu mbakyu nya yang terlihat masih lemas. Adik yadi yang masih kecil terbangun dari tidur saat mendengar keributan tadi. iya tidak tahu apa yang telah terjadi. ia hanya mendapati mata ibunya mencucurkan air mata yang tak pernah berhenti berderai. Ia segera menghampiri ibunya, memeluk dan merasakan degup jantung ibunya yang membuat dia ikut merasakan kepedihan hatinya.

Yadi memeluk adiknya yang masih kecil mungil itu dengan kasih sayang. Tetangga yang melihat hal itu tak kuasa menahan haru dan mereka pun menitikan air mata. Satu persatu dari mereka memberikan semangat agar tidak twerlalu bersedih dan mulai pamit. Beberapa laki-laki yang sudah selesai memperbaiki pintu pun ikut memberikan dorongan semangat dan mereka pamit pulang. peronda pun juga melakukan hal yang sama.

Dengan terbata-bata ibu yadi dan bu Lik nya mengucapkan terimakasih kepada-tetangga tetangganya yang masih peduli dengan sesasama. Malam kian larut, yadi dan adiknya terlelap dipangkuan ibu mereka yang masih termangu di temani bu Liknya.

Gimana dengan strategi tiga kata ini? apakah kalian makin terbantu dalam menulis? atau malah bingung? jangan sungkan untuk mendiskusikan di kolom komentar. terimakasih 



0 Response to "LATIH KECEPATAN MENULIS DENGAN STRATEGI 3 KATA !"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel